Senin, 01 Juni 2015

Kompres Dingin

Diposting oleh Unknown di 07.18 1 komentar


A.    PENGERTIAN KOMPRES DINGIN
            Kompres dingin (cold pack) adalah suatu metode dalam penggunaan suhu rendah setempat yang dapat menimbulkan beberapa efek fisiologis. Aplikasi kompres dingin adalah mengurangi aliran darah ke suatu bagian dan mengurangi perdarahan serta edema. Diperkirakan bahwa terapi dingin menimbulkan efek analgetik dengan memperlambat kecepatan hantaran saraf sehingga impuls nyeri yang mencapai otak lebih sedikit.                      

B.     SUHU TUBUH NORMAL (W.F.Ganong, 1998)
            Pada sebuah penelitian terhadap orang-orang muda normal, suhu oral pagi hari rata-rata adalah 36,7º C dengan simpang baku 0,2º C. Dengan demikian, 95% orang dewasa muda diperkirakan memiliki suhu oral pagi hari sebesar 36,3 – 37,1ºC. Berbagai bagian tubuh memiliki suhu yang berlainan, dan besar perbedaan suhu antara bagian-bagian tubuh dengan suhu lingkungan bervariasi. Ekstremitas umumnya lebih dingin daripada bagian tubuh lainnya. Suhu rectum dipertahankan secara ketat pada 32ºC. suhu rectum dapat mencerminkan suhu pusat tubuh (Core temperature) dan paling sedikit di pengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan. Suhu oral pada keadaan normal 0,5º C lebih rendah daripada suhu rectum.
cold pack pada jaringan yang terkena rangsangan cold pack akan mengalami penurunan temperature (cooling), hal ini akan diikuti dengan :
1.      Penurunan tingkat metabolisme
2.      Terjadi vasokonstriksi arteriole yang timbul akibat pengurangan terbentuknya metabolit (CO2 dan asam laktat ) dan pengaruh dingin terhadap pembuluh darah,
3.      Vasokonstriksi juga terjadi pada pembuluh darah kulit dan ini berlangsung secara reflektoris, oleh karena kulit sabagai komponen thermoregulator (pengatur panas) akan bereaksi terhadap adanya rangsangan dingin.
4.      Vasokonstriksi yang terjadi akan menurunkan kecenderungan terbentuknya cairan edema dan penurunan produksi cairan limfe, karena permeabilitas dinding pembuluh darah menurun.
5.      Dingin akan menginduksi pembuluh darah vena, sehingga terjadi vakonstriksi pembuluh darah vena dan ini akan menaikkan tekanan venosa.

C.     PENGGUNAAN KOMPRES DINGIN
a.       Digunakan untuk cedera tiba-tiba atau yang baru terjadi/ akut.  Jika cedera baru terjadi (dalam waktu 48 jam terakhir) yang lalu timbul pembengkakan, maka dengan kompres dingin bisa membantu meminimalkan pembengkakan di sekitar cedera karena suhu dingin mengurangi aliran darah di daerah cidera sehingga memperlambat metabolisme sel dan yang paling penting adalah dapat mengurangi rasa sakit.
b.      Untuk keseleo pergelangan kaki, cedera berlebihan pada atlet atau luka memar.
c.       Gangguan sensibilitas kulit .Membantu mengobati luka bakar dan jerawat.

D.    TUJUAN KOMPRES DINGIN
a.       menurunkan suhu tubuh
b.      mencegah peradangan meluas
c.       mengurangi kongesti
d.      mengurangi perdarahan setempat
e.       mengurangi rasa sakit pada daerah setempat

E.     CARA MENGGUNAKAN KOMPRES DINGIN SECARA UMUM :
1.      Gunakan kantong berisi es batu (cold pack) atau air es, bisa juga berupa handuk yang dicelupkan ke dalam air dingin.
2.      Kompres dingin dilakukan didekat lokasi nyeri, disisi tubuh yang berlawanan tetapi berhubungan dengan lokasi nyeri, atau dilokasi yang terletak antara otak dan lokasi nyeri. 
3.      Pemberian kompres dingin dapat dilakukan dalam waktu <5 menit, 5-10 menit dan 20-30 menit atau setiap 2 jam sekali tergantung pada tingkat nyeri dan bengkak .
4.      Dampak fisiologisnya adalah vasokonstriksi (pembuluh darah penguncup), penurunan metabolik, membantu mengontrol perdarahan dan pembengkakan karena trauma, mengurangi nyeri dan menurunkan aktivitas ujung saraf pada otot.

F.      HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
a.       Jangan gunakan es batu langsung pada luka, gunakan kompres es atau tempatkan beberapa es batu dalam kantong plastik, atau bungkus es dengan handuk dan tempelkan pada daerah cedera.
b.      Jika tejadi rasa kebal hentikan pengkompresan.
c.       Perhatikan kulit pasien, kalau kulit pasien berwarna merah jambu masih bisa dilakukan pengkompresan, tapi kalau kulit pasien berwarna merah gelap metode ini tidak dapat dilakukan.
d.      Pemberian metode ini tidak diberikan kepada pasien yang mempunyai alergi dingin.
e.       Melakukan kompres dingin harus hati-hati karena dapat menyebabkan jaringan kulit mengalami nekrosis (kematian sel). Untuk itu dianjurkan melakukan kompres dingin tidak lebih dari 30 menit

G.    BEBERAPA JENIS KOMRES DINGIN
1)      Kompres dingin basah dengan larutan obat anti septic
Persiapan alat :
a.       Mangkok bertutup steril.
b.      Bak steril berisi pinset steril anatomi 2buah.
c.       Cairan anti septic berupa PK 1:4000, revanol 1:1000 sampai 1:3000, larutan betadin.
d.      Pembalut dan sampiran bila perlu.
e.       Perlak, pengalas dan kain kasa (bila perlu).
Cara Kerja
a.       Dekatkan alat ke dekat klien.
b.      Pasang sampiran.
c.       Cuci tangan.
d.      Pasang perlak pada area yang akan di kompres.
e.       Mengocok obat atau larutan bila terdapat endapan.
f.       Tuangkan cairan kedalam mangok steril.
g.      Masukkan beberapa potong kasa kedalam mangkok tersebut.
h.      Peras kain kasa trsbt dg menggunkan pingset.
i.        Bentangkan kain kasa dan letakkan kasa di atas area yang dikompres dan di balut.
j.        Rapikan posisi klien.
k.      Bereskan alat-alat setelah selesai tindakan.
l.        Cuci tangan.
m.    Dokumentasikan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
a.       Kain kasa harus sering dibasai agar tetap basah.
b.      Pada luka bakar kotor kasa diganti tiap 1-2 jam.
c.       Perhatikan kulit setempat/sekitarnya. Bila terjadi iritasi segera laporkan.
d.      Pada malam hari agar kelembapan kompres bertahan lama, tutupi dengan kapas sublimat.

2)      Kompres dingin basah dengan air biasa/air es
Persiapan alat :
a.       Baskom kecil berisi air biasa/air es.
b.      Perlak, pengalas dan sampiran (bila perlu).
c.       Beberapa buah waslap/kain kasa dengan ukuran tertentu.
Cara Kerja
a.       Dekatkan alat-alat ke klien.
b.      Pasang sampiran bila perlu.
c.       Cuci tangan.
d.      Pasang pengalas pada area yang akan dikompres.
e.       Masukkan waslap/kain kasa kedalam air biasa atau air es lalu diperas sampai lembab.
f.       Letakkan waslap/kain kasa tersebut pada area yang akan dikompres.
g.      Ganti waslap/kain kasa tiap kali dengan waslap/kain kasa yang sudah terendam dalam air biasa atau air es.
h.      Diulang-ulang sampai suhu tubuh turun.
i.        Rapikan klien dan bereskan alat-alat bila prasat ini sudah selesai.
j.        Cuci tangan.
k.      Dokumentasikan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
a.       Bila suhu tubuh 39ºC/lebih, kompres dilipat paha atau ketiak.
b.      Pada pemberian kompres dilipat paha, selimut diangkat dan dipasang busur selimut di atas dada dan perut klien agar seprei atas tidak basah.
3)  Kompres dingin kering dengan kirbat es (eskap)
Persiapan alat :
a.       Kirbat es/eskap dengan sarungnya.
b.      Baskom berisi berisi potongan-potongan kecil es dan satu sendok teh garam agar es tidak cepat mencair.
c.       Air dalam kom dan Lap kerja.
d.      Perlak pengalas selimut bila perlu.
Cara Kerja
a.       Bawa alat-alat ke dekat klien.
b.      Cuci tangan.
c.       Masukkan batnan es ke dalam kom air supaya pinggir es tidak tajam.
d.      Isi kirbat es dengan potongan es sebanyak kurang lebih setengah bagian dari kirbat tersebut.
e.       Keluarkan udara dari eskap dengan melipat bagian yang kosong, lalu di tutup rapat.
f.       Periksa skap  ada kebocoran atau tidak.
g.      Keringkan eskap dengan lap, lalu masukkan ke dalam sarungnya.
h.      Buka area yang akan di kompres dan atur yang nyaman pada klien.
i.        Pasang perlak pengalas pada bagian tubuh yang akan di kompres.
j.        Letakkan eskap pada bagian yang memerlukan kompres.
k.      Kaji keadaan kulit setiap 20 menit terhadap nyeri, mati rasa, dan suhu tubuh.
l.        Angkat eskap bila sudah selesai.
m.    Atur posisi klien kembali pada posisi yang nyaman.
n.      Bereskan alat setelah selesi melakukan prasat ini.
o.      Cuci tangan.
p.      Dokumentasikan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
a.       Bila klien kedinginan atau sianosis, kirbat es harus segera di angkat.
b.      Selama pemberian kirbat es, perhatikan kult klien terhadap keberadaan iritasi dan lain-lain.
c.       Pemberian kirbat es untuk menurukan suhu tubuh, maka suhu tubuh harus di control setiap 30-60 menit.bila suhu sudah turun kompres di hentikan.
d.      Bila tdak ada kirbat es bias menggunakan kantong plastik.
e.       Bila es dalam kirbat es sudah mencair harus segera diganti (bila perlu).

Selamat dan Semangat Belajar. Terimakasih :)

Kebutuhan Fisiologis Manusia (Istirahat dan Tidur)

Diposting oleh Unknown di 06.53 0 komentar

ISTIRAHAT DAN TIDUR
1.      Pengertian Istirahat
         Istirahat merupakan keadaan rileks tanpa adanya tekanan emosional dan bukan hanya dalam keadaan tidak beraktivitas tetapi juga berhenti sejenak, kondisi tersebut membutuhkan ketenangan.

2.      Karakteristik Istrihat
         Terdapat beberapa karateristik istirahat. Narrow (1967) dikutip Perry dan Potter, (1967) mengemukakan bahwa ada 6 karakteristik yang berhubungan dengan istirahat, diantaranya:
a.       Merasakan bahwa segala sesuatu dapat diatasi.
b.      Merasa diterima.
c.       Mengetahui apa yang sedang terjadi.
d.      Bebas dari gangguan ketidaknyamanan.
e.       Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktivitas yang mempunyai tujuan.
f.       Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan.

                Kebutuhan istirahat dapat dirasakan apabila semua karateristik tersebut diatas dapat terpenuhi. Apabila pasien tidak merasakan 6 kriteria tersebut, maka kebutuhan istirahatnya masih belum terpenuhi sehingga diperlukan tindakan keperawatan yang dapat meningkatkan terpenuhinya kebutuhan istrahat dan tidur, misalnya mendengarkan secara hati-hati tentang kekhawatiran personal pasien dan mencoba meringankannya jika memungkinkan.

3.      Pengertian Tidur
         Tidur merupakan suatu kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensori yang sesuai (Guyton, 1986). Atau juga dapat dikatakan sebagai suatu keadaan tidak sadarkan diri yang relatif, bukan hanya keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan akan tetapi lebih merupakan suatu urutan siklus yang berulang, dengan ciri adanya aktivitas yang minim, memiliki kesadaran yang bervariasi, terdapat perubahan proses fisiologis, dan terjadi penurunan respons terhadap rangsangan dari luar.

4.      Jenis-jenis Tidur

Berdasarkan proses tidur terdapat 2 jenis tidur:

a.       Tidur Gelombang Rambat (slow wave sleep)/NREM (nonrapid eye movement)
          Jenis tidur ini dikenal dengan tidur yang dalam, istirahat penuh, dengan gelombang otak yang lebih lambat, atau dikenal juga dengan tidur nyenyak. Ciri-ciri tidur nyenyak adalah menyegarkan, tanpa mimpi atau tidur dengan gelombang delta. Ciri lainnya yaitu berada dalam keadaan istirahat penuh, tekanan darah menurun, frekuensi nafas menurun, pergerakan bola mata melambat, mimpi berkurang, dan metabolism menurun.

b.      Tidur Paradoks/tidur REM (rapid eye movement)
                Tidur jenis ini dapat berlangsug pada tidur malam yang terjadi selama 5-20 menit, rata-rata timbul 90 menit. Periode pertama terjadi 80-100 menit, akan tetapi apabila kondisi orang sangat lelah maka awal tidur sangat cepat bahkan jenis ini tidak ada. Ciri tidur REM sebagai berikut :
·         Biasanya disertai dengan mimpi aktuf
·         Lebih sulit dibangunkan daripada selama tidur nyenyak NREM
·         Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan, menunjukkan inhbisi kuat proyeksi spinal atas sistem pengaktifasi retikularis
·         Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur
·         Pada otot perifer terjadi beberapa gerakan otot ytang tidak teratur
·         Mata cepat tertutup dan terbuka, nadi cepat dan tidak teratur, tekanan darah meningkat atau berfluktuasi, sekresi gaster meningkat, dan metabolism meningkat.
·         Tidur ini penting untuk keseimbangan mental, emosi juga berperan dalam belajar, memori dan adaptasi

5.      Fungsi dan Tujuan Tidur
         Fungsi dan tujuan masih belum diketahui secara jelas. Meskipun demikian, tidur diduga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, dan kesehatan. Selain itu stress pada paru, sistem kardiovaskuler, endokrin, dan lain-lainnya juga menurun aktivitasnya. Energi yang tersimpan selama tidur diarahkan untuk fungsi-fungsi seluler yang penting. Secara umum terdapat 2 efek fisiologis tidur yaitu :
·         Petama efek pada sistem saraf yang diperkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan diantara berbagai susunan saraf.
·         Kedua, efek pada struktur tubuh dengan memulihkan  kesegaran dan fungsi organ dalam tubuh, mengingat terjadinya penurunan aktivitas organ-organ tubuh tersebut selama tidur.

6.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur

Kualitas dan kuantitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya sebagai berikut :
a.       Penyakit
      Sakit dapat mempengaruhi tidur seseorang. Keadaan sakit yang menjadikan pasien kurang tidur, bahkan tidak bisa tidur.
b.      Latihan dan kelelahan
      Ibu hamil yang mengalami keletihan akibat aktivitas yang tinggi dapat memerlukan lebih banyak tidur untuk menjaga keseimbangan energy yang telah dikeluarkan.
c.       Stres psikologis
      Kondisi stres psikologis dapat terjadi pada seseorang akibat ketegangan jiwa. Ibu hamil yang mempunyai stress psikologis seperti kecemasan dan ketakutan akan mengalami kegelisahan sehingga akan sulit untuk tidur.
d.      Obat
      Obat dapat juga memengaruhi proses tidur,. Beberapa jenis obat yang memengaruhi proses tidur yaitu golongan obat deuretik, yang dapat menyebabkan insomnia.
e.       Nutrisi
      Terpenuhinya kebutuhan nutrisi yang cukup dapat mempercepat proses tidur. Konsumsi protein yang tinggi maka seseorang tersebut akan mempercepat proses terjadinya tidur, karena dihasilkan triptopan yang merupakan asam amino hasil pencernaan protein yang dapat membantu agar mudah tertidur. Demikian sebaliknya. Kebutuhan gizi yang kurang dapat memengaruhi proses tidur, bahkan sulit untuk tidur.
f.       Lingkungan
      Keadaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seseorang dapat mempercepat proses terjadinya tidur.
g.      Motivasi
      Motivasi merupakan suatu dorongan atau keinginan sesorang untuk tidur, dapat mempengaruhi proses tidur. Selain itu, adanya keinginan untuk tidak tidur dapat menimbulkan gangguan proses tidur.

7.      Istirahat dan Tidur pada Ibu hamil Trimester I, II dan III
         Wanita hamil dianjurkan untuk merencanakan istirahat yang teratur khususnya seiring kemajuan kehamilannya. Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan dengan baik, karena istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan janin.
         Berhubungan dengan kebutuhan kalori pada masa kehamilan, mandi air hangat sebelum tidur, tidur dalam posisi miring ke kiri, letakkan beberapa bantal untuk menyangga, pada ibu hamil sebaiknya banyak menggunakan waktu luangnya untuk banyak istirahat atau tidur walau bukan tidur betulan hanya baringkan badan untuk memperbaiki sirkulasi darah, jangan bekerja terlalu capek dan berlebihan. Namun sebaiknya tidur pada malam hari selama kurang lebih selama 8 jam dan istirahat dalam keadaan rileks pada siang hari selama 1 jam. Ibu hamil harus menghindari posisi duduk dan berdiri dalam menggunakan kedua ibu jari, dilakukan 2 kali sehari selama 5 menit.
         Posisi berbaring miring dianjurkan untuk meningkatkan perfusi uteri dan oksigenasi fetoplasental. Selama periode istirahat yang singkat, seorang wanita dapat mengambil posisi telentang kaki diangkat pada dinding untuk meningkatkan aliran vena dari kaki dan mengurangi edema kaki dan varises vena.
         Wanita hamil boleh bekerja tetapi jangan terlampau berat. Lakukanlah istirahat sebanyak mungkin. Wanita hamil yang menjadi buruh berhak mendapatkan cuti hamil satu setengah bulan sebelum persalinan dan satu setengah bulan setelah persalinan (menurut undang-undang perburuhan). Hendaknya menasehatkan pada wanita hamil agar segera ke dokter atau ke rumah sakit bila terjadinya perdarahan pervaginam, demikian pula bila ada sakit diperut, bila suhu badannya naik tinggi, berkeringat bnyak, penglihatan berkurang, atau berkunang-kunang, kencing sedikit, keluar cairan dari vagina, dan sebagainya. Hendaknya keluhan ini ditanggapi dengan baik oleh pengawas kehamilannya. Hindari pekerjaan yang membahayakan atau terlalau berat atau berhubungan dengan radiasi atau bahan kimia, terutama usia kehamilan muda (Wiknjosastro dalam Prawiroharjo, 2005)
         Istirahat dapat memberikan relaksasi bagi pikiran dan badan pada ibu hamil. Yang dimaksud dengan relaksasi adalah upaya membebaskan pikiran dan badan dari ketegangan. Kemampuan relaksasi dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang normal pada kehamilan. Serta, mengurangi stress sehingga persepsi nyeri selama masih mampu melahirkan anak.

Untuk memperoleh relaksasi yang sempurna, ada beberapa cara yang harus dilakukan, yaitu :
1.      Tekuk semua persendian dan pejamkan mata
2.      Lemaskan seluruh otot – otot tubuh, termasuk otot wajah
3.      Lakukan pernapasan secara teratur
4.      Pusatkan pikiran pada pernapasan atau pada hal yang menenangkan
5.      Apabila keadaan menyilaukan atau gaduh, tutup mata dengan sapu tangan dan tutup telinga dengan bantal kecil
6.      Pilih posisi yang dirasa menyenangkan
Waktu terbaik untuk berelaksasi adalah setiap hari setelah makan siang, awal istirahat sore, serta sewaktu mau tidur malam. Beberapa posisi relaksasi yang dapat dilakukan selama istirahat :
a.       Posisi relaksasi dengan terlentang.
·         Berbaring telentang, kedua tungkai kaki lurus dan sedikit terbuka, kedua lengan relaks di samping 
·         Di bawah lutut dan kepala diberi bantal 
·         Pejamkan mata, lemaskan seluruh tubuh, dan bernapas dengan teratur
b.      Posisi relaksasi dengan berbaring miring
·         Berbaring miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk 
·         Di bawah kepala dan di bawah perut diberi bantal 
·         Pejamkan mata, tenang dan atur pernapasan dengan teratur
c.       Posisi relaksasi dalam keadaan berbaring terlentang
·         Berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk 
·         Kedua lengan di samping telinga
·         Tutup mata dan tenang
d.      Posisi relaksasi dengan duduk
·         Duduk membungkuk, kedua lengan di atas sandaran kursi atau di atas tempat tidur
·         Jika duduk menghadap tempat tidur, kedua kaki tidak boleh menggantung
     Ketika melakukan keempat posisi di atas, konsentrasikan diri pada pernapasan atau sesuatu yang menenangkan

Selamat dan Semangat Belajar. Terimakasih :)

Senin, 01 Juni 2015

Kompres Dingin



A.    PENGERTIAN KOMPRES DINGIN
            Kompres dingin (cold pack) adalah suatu metode dalam penggunaan suhu rendah setempat yang dapat menimbulkan beberapa efek fisiologis. Aplikasi kompres dingin adalah mengurangi aliran darah ke suatu bagian dan mengurangi perdarahan serta edema. Diperkirakan bahwa terapi dingin menimbulkan efek analgetik dengan memperlambat kecepatan hantaran saraf sehingga impuls nyeri yang mencapai otak lebih sedikit.                      

B.     SUHU TUBUH NORMAL (W.F.Ganong, 1998)
            Pada sebuah penelitian terhadap orang-orang muda normal, suhu oral pagi hari rata-rata adalah 36,7º C dengan simpang baku 0,2º C. Dengan demikian, 95% orang dewasa muda diperkirakan memiliki suhu oral pagi hari sebesar 36,3 – 37,1ºC. Berbagai bagian tubuh memiliki suhu yang berlainan, dan besar perbedaan suhu antara bagian-bagian tubuh dengan suhu lingkungan bervariasi. Ekstremitas umumnya lebih dingin daripada bagian tubuh lainnya. Suhu rectum dipertahankan secara ketat pada 32ºC. suhu rectum dapat mencerminkan suhu pusat tubuh (Core temperature) dan paling sedikit di pengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan. Suhu oral pada keadaan normal 0,5º C lebih rendah daripada suhu rectum.
cold pack pada jaringan yang terkena rangsangan cold pack akan mengalami penurunan temperature (cooling), hal ini akan diikuti dengan :
1.      Penurunan tingkat metabolisme
2.      Terjadi vasokonstriksi arteriole yang timbul akibat pengurangan terbentuknya metabolit (CO2 dan asam laktat ) dan pengaruh dingin terhadap pembuluh darah,
3.      Vasokonstriksi juga terjadi pada pembuluh darah kulit dan ini berlangsung secara reflektoris, oleh karena kulit sabagai komponen thermoregulator (pengatur panas) akan bereaksi terhadap adanya rangsangan dingin.
4.      Vasokonstriksi yang terjadi akan menurunkan kecenderungan terbentuknya cairan edema dan penurunan produksi cairan limfe, karena permeabilitas dinding pembuluh darah menurun.
5.      Dingin akan menginduksi pembuluh darah vena, sehingga terjadi vakonstriksi pembuluh darah vena dan ini akan menaikkan tekanan venosa.

C.     PENGGUNAAN KOMPRES DINGIN
a.       Digunakan untuk cedera tiba-tiba atau yang baru terjadi/ akut.  Jika cedera baru terjadi (dalam waktu 48 jam terakhir) yang lalu timbul pembengkakan, maka dengan kompres dingin bisa membantu meminimalkan pembengkakan di sekitar cedera karena suhu dingin mengurangi aliran darah di daerah cidera sehingga memperlambat metabolisme sel dan yang paling penting adalah dapat mengurangi rasa sakit.
b.      Untuk keseleo pergelangan kaki, cedera berlebihan pada atlet atau luka memar.
c.       Gangguan sensibilitas kulit .Membantu mengobati luka bakar dan jerawat.

D.    TUJUAN KOMPRES DINGIN
a.       menurunkan suhu tubuh
b.      mencegah peradangan meluas
c.       mengurangi kongesti
d.      mengurangi perdarahan setempat
e.       mengurangi rasa sakit pada daerah setempat

E.     CARA MENGGUNAKAN KOMPRES DINGIN SECARA UMUM :
1.      Gunakan kantong berisi es batu (cold pack) atau air es, bisa juga berupa handuk yang dicelupkan ke dalam air dingin.
2.      Kompres dingin dilakukan didekat lokasi nyeri, disisi tubuh yang berlawanan tetapi berhubungan dengan lokasi nyeri, atau dilokasi yang terletak antara otak dan lokasi nyeri. 
3.      Pemberian kompres dingin dapat dilakukan dalam waktu <5 menit, 5-10 menit dan 20-30 menit atau setiap 2 jam sekali tergantung pada tingkat nyeri dan bengkak .
4.      Dampak fisiologisnya adalah vasokonstriksi (pembuluh darah penguncup), penurunan metabolik, membantu mengontrol perdarahan dan pembengkakan karena trauma, mengurangi nyeri dan menurunkan aktivitas ujung saraf pada otot.

F.      HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
a.       Jangan gunakan es batu langsung pada luka, gunakan kompres es atau tempatkan beberapa es batu dalam kantong plastik, atau bungkus es dengan handuk dan tempelkan pada daerah cedera.
b.      Jika tejadi rasa kebal hentikan pengkompresan.
c.       Perhatikan kulit pasien, kalau kulit pasien berwarna merah jambu masih bisa dilakukan pengkompresan, tapi kalau kulit pasien berwarna merah gelap metode ini tidak dapat dilakukan.
d.      Pemberian metode ini tidak diberikan kepada pasien yang mempunyai alergi dingin.
e.       Melakukan kompres dingin harus hati-hati karena dapat menyebabkan jaringan kulit mengalami nekrosis (kematian sel). Untuk itu dianjurkan melakukan kompres dingin tidak lebih dari 30 menit

G.    BEBERAPA JENIS KOMRES DINGIN
1)      Kompres dingin basah dengan larutan obat anti septic
Persiapan alat :
a.       Mangkok bertutup steril.
b.      Bak steril berisi pinset steril anatomi 2buah.
c.       Cairan anti septic berupa PK 1:4000, revanol 1:1000 sampai 1:3000, larutan betadin.
d.      Pembalut dan sampiran bila perlu.
e.       Perlak, pengalas dan kain kasa (bila perlu).
Cara Kerja
a.       Dekatkan alat ke dekat klien.
b.      Pasang sampiran.
c.       Cuci tangan.
d.      Pasang perlak pada area yang akan di kompres.
e.       Mengocok obat atau larutan bila terdapat endapan.
f.       Tuangkan cairan kedalam mangok steril.
g.      Masukkan beberapa potong kasa kedalam mangkok tersebut.
h.      Peras kain kasa trsbt dg menggunkan pingset.
i.        Bentangkan kain kasa dan letakkan kasa di atas area yang dikompres dan di balut.
j.        Rapikan posisi klien.
k.      Bereskan alat-alat setelah selesai tindakan.
l.        Cuci tangan.
m.    Dokumentasikan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
a.       Kain kasa harus sering dibasai agar tetap basah.
b.      Pada luka bakar kotor kasa diganti tiap 1-2 jam.
c.       Perhatikan kulit setempat/sekitarnya. Bila terjadi iritasi segera laporkan.
d.      Pada malam hari agar kelembapan kompres bertahan lama, tutupi dengan kapas sublimat.

2)      Kompres dingin basah dengan air biasa/air es
Persiapan alat :
a.       Baskom kecil berisi air biasa/air es.
b.      Perlak, pengalas dan sampiran (bila perlu).
c.       Beberapa buah waslap/kain kasa dengan ukuran tertentu.
Cara Kerja
a.       Dekatkan alat-alat ke klien.
b.      Pasang sampiran bila perlu.
c.       Cuci tangan.
d.      Pasang pengalas pada area yang akan dikompres.
e.       Masukkan waslap/kain kasa kedalam air biasa atau air es lalu diperas sampai lembab.
f.       Letakkan waslap/kain kasa tersebut pada area yang akan dikompres.
g.      Ganti waslap/kain kasa tiap kali dengan waslap/kain kasa yang sudah terendam dalam air biasa atau air es.
h.      Diulang-ulang sampai suhu tubuh turun.
i.        Rapikan klien dan bereskan alat-alat bila prasat ini sudah selesai.
j.        Cuci tangan.
k.      Dokumentasikan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
a.       Bila suhu tubuh 39ºC/lebih, kompres dilipat paha atau ketiak.
b.      Pada pemberian kompres dilipat paha, selimut diangkat dan dipasang busur selimut di atas dada dan perut klien agar seprei atas tidak basah.
3)  Kompres dingin kering dengan kirbat es (eskap)
Persiapan alat :
a.       Kirbat es/eskap dengan sarungnya.
b.      Baskom berisi berisi potongan-potongan kecil es dan satu sendok teh garam agar es tidak cepat mencair.
c.       Air dalam kom dan Lap kerja.
d.      Perlak pengalas selimut bila perlu.
Cara Kerja
a.       Bawa alat-alat ke dekat klien.
b.      Cuci tangan.
c.       Masukkan batnan es ke dalam kom air supaya pinggir es tidak tajam.
d.      Isi kirbat es dengan potongan es sebanyak kurang lebih setengah bagian dari kirbat tersebut.
e.       Keluarkan udara dari eskap dengan melipat bagian yang kosong, lalu di tutup rapat.
f.       Periksa skap  ada kebocoran atau tidak.
g.      Keringkan eskap dengan lap, lalu masukkan ke dalam sarungnya.
h.      Buka area yang akan di kompres dan atur yang nyaman pada klien.
i.        Pasang perlak pengalas pada bagian tubuh yang akan di kompres.
j.        Letakkan eskap pada bagian yang memerlukan kompres.
k.      Kaji keadaan kulit setiap 20 menit terhadap nyeri, mati rasa, dan suhu tubuh.
l.        Angkat eskap bila sudah selesai.
m.    Atur posisi klien kembali pada posisi yang nyaman.
n.      Bereskan alat setelah selesi melakukan prasat ini.
o.      Cuci tangan.
p.      Dokumentasikan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
a.       Bila klien kedinginan atau sianosis, kirbat es harus segera di angkat.
b.      Selama pemberian kirbat es, perhatikan kult klien terhadap keberadaan iritasi dan lain-lain.
c.       Pemberian kirbat es untuk menurukan suhu tubuh, maka suhu tubuh harus di control setiap 30-60 menit.bila suhu sudah turun kompres di hentikan.
d.      Bila tdak ada kirbat es bias menggunakan kantong plastik.
e.       Bila es dalam kirbat es sudah mencair harus segera diganti (bila perlu).

Selamat dan Semangat Belajar. Terimakasih :)

Kebutuhan Fisiologis Manusia (Istirahat dan Tidur)


ISTIRAHAT DAN TIDUR
1.      Pengertian Istirahat
         Istirahat merupakan keadaan rileks tanpa adanya tekanan emosional dan bukan hanya dalam keadaan tidak beraktivitas tetapi juga berhenti sejenak, kondisi tersebut membutuhkan ketenangan.

2.      Karakteristik Istrihat
         Terdapat beberapa karateristik istirahat. Narrow (1967) dikutip Perry dan Potter, (1967) mengemukakan bahwa ada 6 karakteristik yang berhubungan dengan istirahat, diantaranya:
a.       Merasakan bahwa segala sesuatu dapat diatasi.
b.      Merasa diterima.
c.       Mengetahui apa yang sedang terjadi.
d.      Bebas dari gangguan ketidaknyamanan.
e.       Mempunyai sejumlah kepuasan terhadap aktivitas yang mempunyai tujuan.
f.       Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan.

                Kebutuhan istirahat dapat dirasakan apabila semua karateristik tersebut diatas dapat terpenuhi. Apabila pasien tidak merasakan 6 kriteria tersebut, maka kebutuhan istirahatnya masih belum terpenuhi sehingga diperlukan tindakan keperawatan yang dapat meningkatkan terpenuhinya kebutuhan istrahat dan tidur, misalnya mendengarkan secara hati-hati tentang kekhawatiran personal pasien dan mencoba meringankannya jika memungkinkan.

3.      Pengertian Tidur
         Tidur merupakan suatu kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensori yang sesuai (Guyton, 1986). Atau juga dapat dikatakan sebagai suatu keadaan tidak sadarkan diri yang relatif, bukan hanya keadaan penuh ketenangan tanpa kegiatan akan tetapi lebih merupakan suatu urutan siklus yang berulang, dengan ciri adanya aktivitas yang minim, memiliki kesadaran yang bervariasi, terdapat perubahan proses fisiologis, dan terjadi penurunan respons terhadap rangsangan dari luar.

4.      Jenis-jenis Tidur

Berdasarkan proses tidur terdapat 2 jenis tidur:

a.       Tidur Gelombang Rambat (slow wave sleep)/NREM (nonrapid eye movement)
          Jenis tidur ini dikenal dengan tidur yang dalam, istirahat penuh, dengan gelombang otak yang lebih lambat, atau dikenal juga dengan tidur nyenyak. Ciri-ciri tidur nyenyak adalah menyegarkan, tanpa mimpi atau tidur dengan gelombang delta. Ciri lainnya yaitu berada dalam keadaan istirahat penuh, tekanan darah menurun, frekuensi nafas menurun, pergerakan bola mata melambat, mimpi berkurang, dan metabolism menurun.

b.      Tidur Paradoks/tidur REM (rapid eye movement)
                Tidur jenis ini dapat berlangsug pada tidur malam yang terjadi selama 5-20 menit, rata-rata timbul 90 menit. Periode pertama terjadi 80-100 menit, akan tetapi apabila kondisi orang sangat lelah maka awal tidur sangat cepat bahkan jenis ini tidak ada. Ciri tidur REM sebagai berikut :
·         Biasanya disertai dengan mimpi aktuf
·         Lebih sulit dibangunkan daripada selama tidur nyenyak NREM
·         Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan, menunjukkan inhbisi kuat proyeksi spinal atas sistem pengaktifasi retikularis
·         Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur
·         Pada otot perifer terjadi beberapa gerakan otot ytang tidak teratur
·         Mata cepat tertutup dan terbuka, nadi cepat dan tidak teratur, tekanan darah meningkat atau berfluktuasi, sekresi gaster meningkat, dan metabolism meningkat.
·         Tidur ini penting untuk keseimbangan mental, emosi juga berperan dalam belajar, memori dan adaptasi

5.      Fungsi dan Tujuan Tidur
         Fungsi dan tujuan masih belum diketahui secara jelas. Meskipun demikian, tidur diduga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, dan kesehatan. Selain itu stress pada paru, sistem kardiovaskuler, endokrin, dan lain-lainnya juga menurun aktivitasnya. Energi yang tersimpan selama tidur diarahkan untuk fungsi-fungsi seluler yang penting. Secara umum terdapat 2 efek fisiologis tidur yaitu :
·         Petama efek pada sistem saraf yang diperkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan diantara berbagai susunan saraf.
·         Kedua, efek pada struktur tubuh dengan memulihkan  kesegaran dan fungsi organ dalam tubuh, mengingat terjadinya penurunan aktivitas organ-organ tubuh tersebut selama tidur.

6.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tidur

Kualitas dan kuantitas tidur dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya sebagai berikut :
a.       Penyakit
      Sakit dapat mempengaruhi tidur seseorang. Keadaan sakit yang menjadikan pasien kurang tidur, bahkan tidak bisa tidur.
b.      Latihan dan kelelahan
      Ibu hamil yang mengalami keletihan akibat aktivitas yang tinggi dapat memerlukan lebih banyak tidur untuk menjaga keseimbangan energy yang telah dikeluarkan.
c.       Stres psikologis
      Kondisi stres psikologis dapat terjadi pada seseorang akibat ketegangan jiwa. Ibu hamil yang mempunyai stress psikologis seperti kecemasan dan ketakutan akan mengalami kegelisahan sehingga akan sulit untuk tidur.
d.      Obat
      Obat dapat juga memengaruhi proses tidur,. Beberapa jenis obat yang memengaruhi proses tidur yaitu golongan obat deuretik, yang dapat menyebabkan insomnia.
e.       Nutrisi
      Terpenuhinya kebutuhan nutrisi yang cukup dapat mempercepat proses tidur. Konsumsi protein yang tinggi maka seseorang tersebut akan mempercepat proses terjadinya tidur, karena dihasilkan triptopan yang merupakan asam amino hasil pencernaan protein yang dapat membantu agar mudah tertidur. Demikian sebaliknya. Kebutuhan gizi yang kurang dapat memengaruhi proses tidur, bahkan sulit untuk tidur.
f.       Lingkungan
      Keadaan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seseorang dapat mempercepat proses terjadinya tidur.
g.      Motivasi
      Motivasi merupakan suatu dorongan atau keinginan sesorang untuk tidur, dapat mempengaruhi proses tidur. Selain itu, adanya keinginan untuk tidak tidur dapat menimbulkan gangguan proses tidur.

7.      Istirahat dan Tidur pada Ibu hamil Trimester I, II dan III
         Wanita hamil dianjurkan untuk merencanakan istirahat yang teratur khususnya seiring kemajuan kehamilannya. Jadwal istirahat dan tidur perlu diperhatikan dengan baik, karena istirahat dan tidur yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan janin.
         Berhubungan dengan kebutuhan kalori pada masa kehamilan, mandi air hangat sebelum tidur, tidur dalam posisi miring ke kiri, letakkan beberapa bantal untuk menyangga, pada ibu hamil sebaiknya banyak menggunakan waktu luangnya untuk banyak istirahat atau tidur walau bukan tidur betulan hanya baringkan badan untuk memperbaiki sirkulasi darah, jangan bekerja terlalu capek dan berlebihan. Namun sebaiknya tidur pada malam hari selama kurang lebih selama 8 jam dan istirahat dalam keadaan rileks pada siang hari selama 1 jam. Ibu hamil harus menghindari posisi duduk dan berdiri dalam menggunakan kedua ibu jari, dilakukan 2 kali sehari selama 5 menit.
         Posisi berbaring miring dianjurkan untuk meningkatkan perfusi uteri dan oksigenasi fetoplasental. Selama periode istirahat yang singkat, seorang wanita dapat mengambil posisi telentang kaki diangkat pada dinding untuk meningkatkan aliran vena dari kaki dan mengurangi edema kaki dan varises vena.
         Wanita hamil boleh bekerja tetapi jangan terlampau berat. Lakukanlah istirahat sebanyak mungkin. Wanita hamil yang menjadi buruh berhak mendapatkan cuti hamil satu setengah bulan sebelum persalinan dan satu setengah bulan setelah persalinan (menurut undang-undang perburuhan). Hendaknya menasehatkan pada wanita hamil agar segera ke dokter atau ke rumah sakit bila terjadinya perdarahan pervaginam, demikian pula bila ada sakit diperut, bila suhu badannya naik tinggi, berkeringat bnyak, penglihatan berkurang, atau berkunang-kunang, kencing sedikit, keluar cairan dari vagina, dan sebagainya. Hendaknya keluhan ini ditanggapi dengan baik oleh pengawas kehamilannya. Hindari pekerjaan yang membahayakan atau terlalau berat atau berhubungan dengan radiasi atau bahan kimia, terutama usia kehamilan muda (Wiknjosastro dalam Prawiroharjo, 2005)
         Istirahat dapat memberikan relaksasi bagi pikiran dan badan pada ibu hamil. Yang dimaksud dengan relaksasi adalah upaya membebaskan pikiran dan badan dari ketegangan. Kemampuan relaksasi dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang normal pada kehamilan. Serta, mengurangi stress sehingga persepsi nyeri selama masih mampu melahirkan anak.

Untuk memperoleh relaksasi yang sempurna, ada beberapa cara yang harus dilakukan, yaitu :
1.      Tekuk semua persendian dan pejamkan mata
2.      Lemaskan seluruh otot – otot tubuh, termasuk otot wajah
3.      Lakukan pernapasan secara teratur
4.      Pusatkan pikiran pada pernapasan atau pada hal yang menenangkan
5.      Apabila keadaan menyilaukan atau gaduh, tutup mata dengan sapu tangan dan tutup telinga dengan bantal kecil
6.      Pilih posisi yang dirasa menyenangkan
Waktu terbaik untuk berelaksasi adalah setiap hari setelah makan siang, awal istirahat sore, serta sewaktu mau tidur malam. Beberapa posisi relaksasi yang dapat dilakukan selama istirahat :
a.       Posisi relaksasi dengan terlentang.
·         Berbaring telentang, kedua tungkai kaki lurus dan sedikit terbuka, kedua lengan relaks di samping 
·         Di bawah lutut dan kepala diberi bantal 
·         Pejamkan mata, lemaskan seluruh tubuh, dan bernapas dengan teratur
b.      Posisi relaksasi dengan berbaring miring
·         Berbaring miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk 
·         Di bawah kepala dan di bawah perut diberi bantal 
·         Pejamkan mata, tenang dan atur pernapasan dengan teratur
c.       Posisi relaksasi dalam keadaan berbaring terlentang
·         Berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk 
·         Kedua lengan di samping telinga
·         Tutup mata dan tenang
d.      Posisi relaksasi dengan duduk
·         Duduk membungkuk, kedua lengan di atas sandaran kursi atau di atas tempat tidur
·         Jika duduk menghadap tempat tidur, kedua kaki tidak boleh menggantung
     Ketika melakukan keempat posisi di atas, konsentrasikan diri pada pernapasan atau sesuatu yang menenangkan

Selamat dan Semangat Belajar. Terimakasih :)

 

Ririn Saputri Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Provided By Free Blogger Templates | Freethemes4all.com

Free Website templatesSEO Web Design Agencyfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesFree Soccer VideosFree Wordpress ThemesFree Web Templates